Home » Education

Education

PENDIDIKAN HOSPITALITI

PENDAHULUAN

Dengan semakin meningkatnya angkatan kerja, maka harus diimbangi dengan perluasan lapangan kerja sedemikian rupa agar tingkat pengangguran tidak membengkak malahan sebaliknya harus menurun.

Meskipun demikian  makin pesatnya pertumbuhan industri, termasuk industri pariwisata, belum membuka perluasan kesempatan kerja pada tingkat jabatan tertentu sebagaimana diharapkan karena kurang tersedianya tenaga yang terampil dan handal dalam bidangnya. Namun sebaliknya di sisi lain terdapat kecenderungan bahwa mutu layanan perhotelan dirasakan oleh banyak kalangan belum mencapai tingkat yang memadai (apalagi memuaskan) karena bagian terbesar dari pekerja industri pariwisata ini masih berasal dari tenaga kerja yang latar belakang pendidikannya non-pariwisata.

Pada sisi lain, pemerintah merencanakan untuk mulai mengurangi tenaga kerja asing pada  menjadi hanya 3 (tiga) orang pada hotel bintang lima yang kenyataannya karena krisis moneter banyak pemilik hotel atas inisiatifnya sendiri memulangkan banyak tenaga kerja asing.

Selain itu, Pemerintah cq. Departemen Pendidikan Nasional telah mencanangkan bahwa pada tahun 2015, 10% dari tenaga kerja pariwisata dunia berasal dari Indonesia

Dengan pengalaman di atas bukan tidak mungkin kecenderungan mempergunakan tenaga lokal meningkat, namun apakah jumlah tenaga terampil telah tersedia untuk mempertahankan atau kalau mungkin melampaui keterampilan yang pernah ada sebelumnya.

Kenyataan lapangan menunjukkan bahwa para pekerja hospitaliti yang ada harus ditingkatkan keterampilannya apalagi dalam era persaingan bebas tahun 2003 agar tidak kalah mutu dengan tenaga kerja pendatang, demikian juga dalam mengantisipasi proses penyegaran ketenagakerjaan harus disiapkan tenaga pengganti yang mutunya harus lebih baik dari yang sebelumnya.

Meskipun waktunya telah sangat mendesak tetapi belumlah sangat terlambat untuk memulainya melalui pendidikan pariwisata kejuruan.

Beberapa General Manager Hotel jaringan internasional telah juga menyatakan keberatannya untuk menampung mahasiswa magang, karena secara logika para mahasiswa  magang telah dibekali ilmu di tempat pendidikan sehngga hotel tempat magang hanya merupakan tempat praktek ilmu yang diperolehnya; tapi yang terjadi sebaliknya, dimana selama magang hotel terpaksa mengajari mereka hal-hal mendasar (yang mustinya tugas lembaga pendidikan) operasional hotel.

MAKSUD & TUJUAN

Pendidikan pariwisata yang dimaksudkan adalah pendidikan keterampilan dengan satu keahlian khusus untuk memenuuhi kebutuhan industri dalam meningkatkan mutu hotel. Sepintas sistim ini sangat membatasi pada satu keahlian saja yang akan membuat pesertanya menjadi terlatih pada bidangnya. Hal mana adalah kebalikan dari kebanyakan pendidikan pariwisata yang ada, dimana peserta diajarkan terlalu banyak bidang sekaligus, sehingga saat diterjunkan tidak menguasai bidangnya secara mendalam, maka pendidikan / kursus ini mengajarkan satu bidang tapi mendalam dan bukan banyak bidang tapi masing2 kurang rinci.

Pendidikan ini merupakan suatu pendidikan/kursus pariwisata singkat (setara sertifikasi) yang selanjutnya pada tahun-tahun berikutnya dapat dikembangkan ke tingkat yang lebih tinggi (setara diploma).

Pemikiran dasar adalah agar para peserta setelah menyelesaikan suatu program (sertifikasi) dapat terjun langsung kelapangan, dipekerjakan sesuai keahliannya tanpa harus menyelesaikan seluruh paket program (setara diploma III). Kemungkinan ini memberikan kesempatan kepada peserta dengan keuangan terbatas untuk mengikuti pendidikan ini, agar seselesainya satu program kejuruan(dua semester) dapat memperoleh pekerjaan.

Tujuan  utama pendidikan ini adalah untuk memberikan modal dasar pendidikan kejuruan agar segera dapat diterima bekerja sebagai seorang profesional dengan kemampuan yang diakui oleh perusahaan tempat kerjanya. Demikian juga, karena keahlian yang dimiliki maka perusahaan akan dapat memberikan layanan yang memuaskan kepada para tamu, meningkatkan citra perusahaan, sekaligus bekerja sedemikan rupa sehingga akan meningkatkan efisiensi usaha.

Sampai saat ini para pengambil inisiatif telah menerima letter of intent dari beberapa  hotel internasional yang menyatakan siap untuk menerima mahasiswa dengan pola pendidikan di atas untuk bekerja magang. Bukan hanya itu, bahkan telah dilakukan kontak untuk penyaluran tenaga kerja hasil pendidikan ini baik didalam tetapi terutama ke luar negeri agar mereka dapat lebih banyak menimba pengalaman internasional.

Perlu juga diketahui bahwa para tamatan pendidikan / kursus ini bukan hanya terampil untuk bekerja pada industri pariwisata, tetapi juga pada industri lainnya seperti:

  • Jasa angkutan        :  kapal pesiar, kereta api untuk layanan kamar dan makanan / minuman
  • Rumah sakit          : sebagai housekeeper, food handler, food product, engineering.
  • Perbankan             : sebagai customer service officer
  • Produsen               : sebagai customers complaint officer

Secara singkat, dengan pola pendidikan yang diterapkan akan membuat peserta pendidikan / kursus menjadi ahli sehingga akan memperluas kesempatan kerja pada industri lain.

 

PELAKSAANAAN PENDIDIKAN

Dalam pelaksanaannya, sebelum memulai pendidikan yaitu pada saat pendaftaran penerimaan, maka semua calon peserta harus memenuhi kriteria yang diperlukan sesuai dengan jurusan keahlian yang dipilihnya, a.l. tinggi badan, penampilan, sopan-santun, hasrat melayani, dsb.

Selanjutnya semua anak didik akan memulai pendidikan untuk menyelesaikan program tahun pertama (sertifikasi), sebagai program dasar keahlian khusus yang dipilihnya.

Selama masa pendidikan, yaitu teori & praktek selama 6 (enam) bulan dan magang 6 (enam) bulan, maka peserta hanya akan diajarkan keahlian sesuai dengan jurusan yang dipilihnya serta keterkaitannya dengan bagian lain.

Dengan demikian, pada saat melakukan kerja magang, peserta diperkirakan hanya memerlukan waktu untuk penyesuaian paling lama satu minggu untuk dapat mulai mempraktekkan ilmunya sebagai seorang pekerja yang telah terampil / skilled.

Program ini dapat juga diikuti oleh mereka yaang telah bekerja untuk membuka kesempatan yang lebih luas bagi pengembangan karirnya atau juga mempelajari bagian-bagian yang belum pernah digelutinya. Pendidikan ini akan membuka jurusan keahlian pada bagian-bagian:

  1. Front Office
  2. Housekeeping & Laundry
  3. Food & Beverage Service
  4. Food & Beverage Production
  5. Sales & Marketing
  6. Engineering
  7. Human Resources & Development
  8. Finance, Accounting, Purchasing, Store & EDP

Setiap jurusan harus menyelesaikan sejumlah jam pelajaran satu semester, dengan dasar kuliah 25 jam per minggu (5 hari/minggu @ 5 jam) selama 26 minggu. Sedangkan hari-2 lainnya dalam seminggu akan dipergunakan untuk kursus bagi mereka yang telah bekerja, atau pelaksanaan permintaan pelatihan in-house maupun untuk kesempatan lainnya.

Selanjutnya, para peserta wajib melaksanakan kerja magang selama 6 (enam) bulan takwin, sedangkan tempat magang diusahakan oleh pengelola, sedangkan bagi yang ingin magang ke luar negeri harus menyediakan sendiri biaya perjalanan daan pengurusannya akan dibantu pengelola termasuk tempat magang.

Pendidikan dilaksanakan pagi, siang dan / atau malam sesuai dengan jumlah pesertanya setiap kelas hanya antara sebanyak-banyaknya 35 peserta.

   QrhotelsBlog@2020 All rights reserved.| Powered by cnayla| qrhotels.co.id