Home » Goal

Goal

SUMBER DAYA MANUSIA

SALAH SATU KUNCI

MENGATASI KRISIS EKONOMI GLOBAL dan

PELOPOR TENAGA-KERJA PARIWISATA DUNIA 2020

Latar Belakang

Krisis ekonomi global tak pelak lagi pasti sedikit banyaknya akan mempengaruhi semua aspek kehidupan masyarakat dunia termasuk Indonesia. Namun kita tidak dapat hanya berpangku-tangan dalam menyikapi dampak krisis ekonomi global ini, tetapi harus berbuat sesuatu kalau mungkin secara tidak langsung pada dampak ekonomi akibat krisis ini, atau sekurangnya mencari celah yang sekurangnya dapat memberikan jalan keluar baik pada saat krisis ini, maupun meng-antisipasi keadaan paska krisis, karena disadari apabila kita baru akan bergerak setelah krisis ekonomi ini mulai pulih, maka kita telah terlambat, atau setidaknya telah didahului oleh pihak2 lain.

Untuk itu, dalam paparan ini diberikan prioritas pada peningkatan sumber daya manusia yang juga merupakan factor utama dalam setiap kegiatan ekonomi, disamping unsur2 penting lainnya.

Kenapa sumber daya manusia ? Karena sumber daya manusia ini adalah penggerak ekonomi dalam pengertian, apabila seorang tenaga kerja memiliki ketrampilan khusus yang baik, maka pasti ybs. akan memperoleh pendapatan yang memadai utuk dirinya sendiri maupun tanggungannya, dengan demikian daya beli ybs. akan meningkat, yang sekaligus akan memperbesar perputaran uang, demikian pula akan menggerakkan ekonomi masyarakat lainnya sebagai suatu putara yang saling terkait.

Untuk maksud tersebut, kami sampaikan usulan program pendidikan singkat bidang Pariwisata Perhotelan, karena jenis industry jasa ini tidak mungkin ditinggalkan, karena dimanapun dibelahan dunia ini para pelaku bisnis dalam keadaan apapun, baik normal maupun krisisi, akan tetap membutuhkan jasa hotel dan restoran sebagai tempat mereka bernaung selama berada di tempat tujuan usahanya.

Demikian juga peningkatan mutu sumber daya manusia ini dalam bidang jasa pariwisata perhotelan ini harus segera ditingkatkan, agar dapat meningkatkan daya saing daerah dan lebih penting lagi untuk mengisi lowongan yang ada di suatu daerah dengan tenaga kerja lokal yang ber-kompetensi tanpa perlu mendatangkan dari daerah lain.

Selanjutnya jangan pernah khawatir akan kelimpahan tenaga kerja dengan kompetensi tertentu, karena setelah mencapai kompetensi dengan standar internasional lebih mudah untuk menyalurkan mereka ke dunia kerja internasional (hususnya hospitality industry). Apalgi program belajar singkat yang akan kami paparkan merupakan program spesialisasi sehingga menjadi trampil pada suatu bidang tertentu (bandingkan: pendidikan perhotelan yang ada pada umumnya bersifat umum, sehingga sulit bagi pemberi kerja karena mereka masih harus memberikan pelatihan khusus yang akan menambah ongkos dan waktu).

Haruslah disadari bahwa sumber daya manusia adalah salah satu dasar pertimbangan investor untuk berani menanamkan modalnya di Indonesia, karena seperti yang dihadapi dewasa ini secara nasional, ketenaga-kerjaan merupakan kendala utama investasi di Indonesia; namun meskipun per-undangan-nya dinilai kurang menunjang tetapi apabila tingkat efisiensi-nya tinggi dan tenaga kerja bersikap profesionil, maka rangsangan ini akan mengurangi kekhawatiran para calon investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

Tahun 2015 :  20% Pekerja Pariwisata Dunia ASAL Indonesia

                        (Visi, Misi Departemen Pendidikan Nasional R.I.)

Departemen Pendidikan Nasional telah ditetapkan Pemerintah sebagai instansi yang bertugas untuk mempersiapkan dan membentuk tenaga kerja Indonesia yang profesionil berdasarkan kompetensi, sedangkan Departemen Tenaga Kerja sebagai intitusi yang bertugas untuk memelihara dan merawat tenaga kerja, termasuk meningkatkan kemampuannya.

Sebelum didahului, maka sudah waktunya masyarakat Indonesia untuk lebih dini mempersiapkan tenaga kerjanya untuk dapat diterima bekerja baik domestik maupun internasional didasarkan pada kompetensi kerja perorangan yang dimilikinya jauh sebelum tahun 2020, atau kalau mungkin untuk : tahun 2010. Harus kita sadari bahwa dunia tidak tinggal diam, karena dengan makin tuanya bumi demikian pula makin ketatnya persaingan usaha maupun kesempatan kerja, sehingga siapapun pihak yang mengawali akan memperoleh kesempatan lebih besar dibandingkan dengan pihak yang meniru / mencontoh jejak yang lain.

Mutu Sumber Daya Manusia

Sumber Daya Manusia disini adalah mereka semua yang terlibat dalam layanan kepada pengunjung baik lokal maupun asing dalam berbagai unit usaha, seperti:

–                      Pekerja pada industri hospitaliti

–                      pengemudi kendaraan wisata: taksi, bus, bendi

–                      petugas layanan di bandara maupun stasiun

–                      pelayan pada restoran, kafe, warung kopi / es, penjaja makanan

–                      pelayan pada toko-2 / warung, pasar swalayan, pusat cindra-mata

–                      petugas pada Kantor2 birokrasi yang memberikan layanan umum

Disadari atau tidak, tetapi untuk dapat meningkatkan berbagi daerah dan kota untuk dapat menjadi ‘second Bali’, maka tata-cara layanan yang diberikan pada sektor2 diatas sangat memprihatinkan. Dapat dimengerti bahwa bagi masyarakat pada tingkat tertentu telah terbiasa sehingga tidak dapat merasakan lagi, tetapi bagi siapa saja yang hanya berkunjung / berwisata akan merasa sangat kecewa. Tidak perlu kita bandingkan dengan kota wisata lainnya di Indonesia, tapi cukup kita bandingkan dengan Jakarta yang sangat individualistik, namun demikian mutu layanan mencapai kompetensi internasional. Tetapi kekurangan bukan menjadi halangan, malah sebaliknya dengan menyadari kekurangan maka saatnya melakukan langkah2 mengatasi kekurangan, melakukan perbaikan sehingga menjadi yang terbaik dari yang baik lainnya.

Kebutuhan Pelatihan

Untuk menghindari hal-hal yang dapat berakibat fatal diatas, maka perlu dilakukan pelatihan-2 pelatihan khusus ’pelayanan’, maka tenaga-tenaga yang telah terlatih tadi akan menjadi tulang punggung event berikutnya.

JENIS, MATERI, INSTRUKTUR Pelatihan:

Kemampuan menguasai bahasa bahasa asing baik Inggeris dan/atau bahasa asing lainnya mutlak, meskipun hanya cukup untuk komunikasi dasar, tetapi kebutuhan akan keterampilan melaksanakan tugas layanan tidak kalah pentingnya, karena dengan bahasa karyawan dapat  mengerti permintaan tamu, namun belum berarti dapat melaksanakan yang dimaksud dengan memuaskan, karena itu selain bahasa maka pengetahuan teknis pekerjaan harus juga dikuasai.

Program pelatihan yang harus diberikan masing2 adalah:

  1. Pembentukan kepribadian dasar:
    1. grooming / penampilan fisik
    2. attitude & behaviour / sikap dan bersikap
    3. hygiene & sanitation / kebersihan dan kesehatan diri

d.   etiquette / tata-krama

  1. Penguasaan bahasa Inggeris dan salah satu bahasa asing lainya:

karena menjadi bahasa pengantar / media interaksi dan komunikasi

  1. Pelatihan dasar layanan perhotelan:
    1. Front Office: Reception, Reservation, Information Desk, Cashiering, Telephone, Baggage handling, Business Services, dsb.
    2. Housekeeping: Room attendant, Public Area, Laundry, Fitness Center, dsb
    3. Food & Beverage Service: Banquet, Coffee shop, Lounge, Bar, Room Service, dsb.
    4. Food & Beverage Production: Cold kitchen, Hot kitchen, Juice bar, Stewarding, dsb.
    5. Human Resources : Recruitment, Selection, Training, Task & Responsibility, Social welfare, Career path, dsb
    6. Engineering & Security : Emergency procedure, Main equipment, Basic M & E,
    7. Finance : Basic accounting, Cashiering, Banking, Purchasing
    8. Sales & Marketing : Basic sales, Banquet, Marketing Communication

Pengetahuan ke-trampilan diatas diberikan secara teori dan praktek kelas, dan pada akhir program dilanjutkan kerja magang pada beberapa hotel berbintang di pulau Jawa / Bali agar mempertebal rasa percaya diri siswa dan terbiasa menghadapi orang asing, menggunakan bahasa Inggeris serta mem-praktek-kan ketrampilan yang telah diperolehnya.

Program diatas harus dilaksanakan semua peserta didik agar dapat memberikan layanan yang terbaik langsung kepada setiap tamu (tanpa minta petunjuk dari atasan)  sehingga tamu merasakan tenaga-2 yang telah terlatih dengan baik.

Untuk menyelesaikan salah satu program tadi diperlukan waktu pelatihan sekurangnya  12 (duabelas) bulan, demikian pula setelah lulus dengan hasil memuaskan dapat melanjutkan kursus lainnya agar dapat menguasai keseluruhan kegiatan usaha secara penuh dan terinci.

  1. Tenaga pengajar / instruktur pilihan adalah mereka dengan berlatar belakang pendidikan jasa perhotelan dan lebih penting lagi: memiliki sekurangnya belasan tahun pengalaman kerja di bidangnya pada hotel ber-bintang  mata-rantgai internasional, baik didalam maupun di luar negeri.
  2. Demikian pula bahan-bahan pelatihan baik yang berupa diktat / manual, buku maupun film adalah ber-skala internasional dan yang telah digunakan pada banyak institute pendidikan jasa perhotelan di luar negeri.

Peserta, Komitmen Pemerintah & Pengusaha

Pelaksanaan di prioritaskan kepada calon-calon tenaga kerja siap pakai maupun yang sedang bekerja dengan mengikuti prosedur penerimaan siswa, seperti: wawancara, test psychology, ujian pengetahuan umum, bahasa inggeris, latar belakang pendidikan, dsb.

Pada tahap awal, angkatan pertama hanya akan dibatasi sampai 105 (seratus lima) peserta yang akan dibagi dalam 3 (tiga) kelompok untuk effektifitas belajar mengajar, namun pada semester berikutnya dapat pula dilakukan penerimaan peserta baru lagi.

Untuk mengawali kegiatan ini, maka dibutuhkan waktu persiapan selama sekurangnya  2 (dua) bulan sebelum pelaksanaan program2 diatas dimulai.

Selanjutnya, sebagai awal dimana terdapat keterbatasan pembiayaan apabila harus dipikul sendiri oleh peserta, maka untuk angkatan pertama sangat diharapkan dukungan penuh Pemerintah dalam hal ini Pemerintah Daerah maupun Departemen Pendidikan khususnya Direktorat Kejuruan / Pendidikan Luar Sekolah maupun swasta khususnya yang terkait dalam bidang pariwisata & perhotelan, yaitu selain dana tetapi juga lebih penting lagi komitmen untuk memberikan kesempatan  kepada tenaga-2 kerja terlatih ber-kompetensi ini bekerja pada bidangnya masing2 dan tidak memberikan kesempatan itu kepada tenaga kerja yang didatangkan dari luar.

Profesi Hospitaliti meliputi pekerjaan2 pada bidang jasa makanan, minuman & hiburan khususnya pada usaha:

– Akomodasi (Hotel, Apartment, Rumah Sakit, Drive-in, dll.)

– Makan & Minum (Restoran, Cafe, Bar, Kantin, Club House Jasa Boga, dll.)

– Angkutan (Udara, Darat, Laut, dll.)

– Jasa Wisata (Biro Perjalanan, Penterjemah, Pemandu Wisata, dll.)

– Event Organizer (Rapat, Konvensi, Pameran, dll.)

– Hiburan (Budaya, Seni, Rekreasi, dll.)

– Industri Jasa & Barang (Customer Service, Reception, Telephone Operator, dll.)

 

 

   QrhotelsBlog@2020 All rights reserved.| Powered by cnayla| qrhotels.co.id